Permanent Mission of The Republic of Indonesia to the UN & Other International Organizations in Geneva
Garuda Indonesia
 
INDONESIA SERUKAN AGAR GNB SECARA EFEKTIF HADAPI TANTANGAN PERKEMBANGAN INTERNASIONAL
Pada hari terakhir Konperensi Tingkat Menteri Gerakan Non-Blok di Durban, Afrika Selatan, Menteri Luar Negeri Indonesia, Dr. N. Hassan Wirajuda, menyerukan agar Gerakan Non-Blok menanggapi secara efektif tantangan perkembangan internasional yang ditandai oleh konflik dan agresi di berbagai belahan dunia serta kondisi kemiskinan  yang diderita jutaan rakyat di negara berkembang.

"Gerakan Non-Blok melambangkan semangat tindak kolektif secara global dalam bidang politik, ekonomi dan sosial.  Sesuai dengan prinsip dan tujuannya, Gerakan Non-Blok perlu berperan secara aktif dan efektif dalam menciptakan tatanan internasional yang didasarkan pada perdamaian abadi, kemerdekaan dan keadilan sosial.  Dalam kaitan ini perlu ditegaskan komitmen kita terhadap  multilateralisme dan untuk meningkatkan demokrasi pada tingkat internasional", demikian seruan Indonesia.

Pandangan serupa juga disuarakan oleh para negara anggota Gerakan Non-Blok dalam perdebatan umum yang dilangsungkan pada tanggal 29 April 2002 serta tercerminkan dalam Dokumen Akhir yang dihasilkan oleh Konperensi.  Di samping menegaskan relevansi GNB pada era pasca-Perang Dingin, Dokumen Akhir termaksud secara rinci menjabarkan pandangan 113 negara anggota GNB terhadap berbagai masalah politik, keamanan, sosial dan ekonomi yang menjadi kepedulian negara-negara berkembang, termasuk masalah Palestina, perlucutan senjata pemusnah massal, kerjasama
internasional untuk pembangunan, iptek, lingkungan hidup dan pembangunan, serta migrasi internasional.  Konperensi juga menyetujui Malaysia sebagai tuan rumah dan Ketua KTT ke-13 GNB mendatang.

Indonesia secara khusus menekankan bahwa keberhasilan GNB dalam memperjuangkan prinsip dasarnya akan banyak ditentukan oleh persatuan dan kesatuan di antara sesama
negara anggota.  Dalam kaitan ini, Indonesia menggarisbawahi bahwa diperlukan upaya bersama untuk menghindari dan mengatasi konflik serta ketegangan antara anggota GNB.

Pada kesempatan memimpin Delegasi Indonesia pada KTM GNB tersebut, Menlu Hassan Wirajuda juga telah mengadakan serangkaian pertemuan bilateral dengan mitra kerjanya, antara lain dari Algeria, Venezuela dan Sekjen Organisasi Konperensi Islam.  Kehadiran Menlu RI pada KTM GNB di Durban pada tanggal 27-29 April 2002 merupakan bagian akhir dari rangkaian perjalanan yang dimulai dengan kunjungan bilateral ke Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab. Kunjungan ke negara-negara Timur Tengah itu dilakukan untuk membahas hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara termaksud serta guna membahas perkembangan masalah Palestina.

Jakarta, 30 April 2002

PTRI Jenewa: Tlp +41-22 3383350 - Fax +41-22 3455733 - e-mail: ramadans@ties.itu.int - web-site http://www3.itu.int/MISSIONS/Indonesia

home
press release