Permanent Mission of The Republic of Indonesia to the UN & Other International Organizations in Geneva
Garuda Indonesia
KETERANGAN PERS

PERTEMUAN WAKIL PRESIDEN DENGAN KOMISARIS TINGGI PBB
URUSAN PENGUNGSI, MR RUUD LUBERS

1.  Dalam rangkaian kunjungan di Swiss, pada tanggal 4 Januari 2001 Wapres RI telah menerima kunjungan kehormatan Komisaris Tinggi PBB urusan Pengungsi yang baru, Mr Ruud Lubers.  Dalam pertemuan tersebut Wapres didampingi oleh Menlu RI, Dubes/Watapri Jenewa, Seswapres, Dirjen HELN-DEPLU, dan dua orang Anggota Komisi I DPR-RI (Sdr.  Sophan Sophian dan Sdr.  Ahmad Sumargono).

2.  Pada kesempatan tersebut Wapres menyampaikan ucapan selamat atas penunjukkan Mr Ruud Lubers sebagai Komisaris Tinggi PBB urusan Pengungsi yang baru oleh Sekjen PBB menggantikan Madame Sadako Ogata yang mengakhiri tugasnya pada bulan Desember 2000.

3.  Wapres menyampaikan keyakinannya di bawah kepemimpinan Mr Ruud Lubers, kantor UNHCR akan mampu menghadapi berbagai tantangan baru dalam masalah pengungsi di seluruh dunia.  Wapres juga menegaskan kembali komitmen Pemri untuk melanjutkan dan meningkatkan kerjasama dengan UNHCR dalam menghadapi masalah pengungsi di Indonesia.

4.  Berkaitan dengan masalah pengungsi di Timor Barat, Wapres menyampaikan kembali perrnintaan Pemri agar UNHCR dapat bekerja kembali di Atambua dan tempat-tempat lainnya di Timor Barat.  Ditekankan bahwa penting bagi UNHCR untuk dapat memulai kembali kegiatannya di Timor Barat guna mempercepat pemulangan pengungsi ke Timor Timur atau memukimkan kembali mereka yang ingin tetap tinggal di Indonesia.  Dinyatakan oleh Wapres bahwa situasi keamanan di Timor Barat, termasuk Atambua, telah kembali normal.  Tidak ada alasan bagi UNHCR untuk tidak kembali kesana.

5.  Mr Ruud Lubers, yang didampingi oleh Direktur urusan Asia Pasifik Kantor UNHCR, Mr Francois Fouinat, menyampaikan terima kasih atas ucapan selamat Wapres sehubungan dengan penunjukkan dirinya sebagai Komisaris Tinggi PBB urusan Pengungsi yang baru.  Sebagai pejabat yang baru pihaknya sedang mempelajari dengan seksama masalah-masalah pengungsi termasuk pengungsi di Timor Barat.  Selanjutnya ditekankan mengenai pentingnya dijamin aspek keamanan dan keselamatan staf UNHCR dan petugas internasional lainnya di lapangan.  Seperti diketahui, UNHCR menghentikan kegiatannya di Timor Barat setelah terjadinya insiden penyerangan Kantor UNHCR di Atambua bulan September 2000 lalu.  Namun Mr Ruud Lubers menyampaikan pula keyakinannya seperti juga yang ditekankan oleh Wapres bahwa kerjasama antara Pemri dan UNHCR akan meningkat di waktu mendatang.
 

Jenewa, 4 Januari 2001.
(dikeluarkan oleh Sekretariat Wakil Presiden RI)

PTRI Jenewa: Tlp +41-22 3383350 - Fax +41-22 3455733 - e-mail: umar.hadi@ties.itu.int - web-site http://www3.itu.int/MISSIONS/Indonesia

home
press release