For Immediate
Release
January
10, 2001
PROGRESS
IN ACEH POLITICAL TALKS
Representatives
of the Government of the Republic of Indonesia and the Leadership of the
Free Aceh Movement met in Switzerland from 6 to 9 January 2001 for exploratory
political talks.
The parties
succeeded in making significant progress and developed a detailed agenda
for future talks including substantive elements relating to: security arrangements,
democratic consultations, humanitarian law and human rights, and socioeconomic
development. They have reached provisional agreement on the following:
-
Noting that
the Humanitarian Pause expires on 15 January, 2001, the parties decided
to establish a one month moratorium on violence, starting 15 January 2001,
during which they will work to substantially revise the security arrangements
of the Humanitarian Pause in order to make them much more effective.
-
Both parties
intend to meet in February 2001 to discuss and agree upon these new security
arrangements as well as the process for continued political dialogue.
This was the
first such meeting on substantive issues as agreed to in the Joint Forum
meeting of 23-24 September 2000 under the umbrella of the Humanitarian
Pause. The purpose of these talks is to seek a formula for a lasting
and comprehensive solution to the conflict in Aceh.
#### ENDS
####
For further
enquiries please contact:
Government
of the Republic of Indonesia
Dr Desra
Percaya
International
Organisations Directorate
Department
of Foreign Affairs, Jakarta
+62 21
3849350 |
Free
Aceh Movement
Mr Bakhtiar
Abdullah
+46 8
531 91275
+46 70
699 3982
|
Untuk
Penerbitan Segera
10 Januari
2001
TERJEMAHAN
KEMAJUAN
DALAM PEMBICARAAN POLITIK TENTANG ACEH
Wakil-wakil
Pemerintah Republik Indonesia dan Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka telah bertemu
di Swiss dari tanggal 6 s/d 9 Januari 2001 untuk penjajakan pembicaraan
politik.
Kedua pihak
berhasil membuat kemajuan yang berarti dan mengembangkan agenda terinci
bagi pembicaraan selanjutnya termasuk elemen-elemen substantif yang berkaitan
dengan: pengaturan keamanan, konsultasi demokratis, hukum humaniter dan
hak asasi manusia, serta pembangunan sosial-ekonomi. Kedua pihak
telah mencapai kesepakatan mengenai hal-hal sebagai berikut:
-
Mengingat
bahwa Jeda Kemanusiaan berakhir pada tanggal 15 Januari 2001, kedua belah
pihak memutuskan pembentukan suatu moratorium kekerasan selama satu bulan
(bulan tenang), mulai tanggal 15 Januari 2001. Dalam masa ini kedua
pihak akan bekerja secara substantif untuk merevisi pengaturan keamanan
Jeda Kemanusiaan dengan tujuan untuk lebih mengefektifkannya lagi.
-
Kedua pihak
akan bertemu pada bulan Pebruari 2001 untuk membahas dan menyepakati pengaturan
keamanan yang baru dan proses bagi kelanjutan dialog politik.
Pembicaraan
ini merupakan pertemuan pertama tentang masalah-masalah substantif sebagaimana
disepakati dalam pertemuan Forum Bersama pada tanggal 23-24 September 2000
di bawah kerangka Jeda Kemanusiaan. Tujuan dari pembicaraan tersebut
adalah untuk mencari sebuah formula bagi penyelesaian yang langgeng dan
komprehensif atas konflik di Aceh.
#### SELESAI
####
Untuk keterangan
lebih lanjut silahkan hubungi
Pemerintah
Republik Indonesia
Dr Desra
Percaya
Direktorat
Organisasi Intemasional
Departemen
Luar Negeri, Jakarta
+6221
3849350 |
Gerakan
Aceh Merdeka
Sdr.
Bakhtiar Abdullah
+46 8
531 91275
+ 46 70
699 3982
|
PTRI Jenewa: Tlp +41-22 3383350
- Fax +41-22 3455733 - e-mail: umar.hadi@ties.itu.int
- web-site http://www3.itu.int/MISSIONS/Indonesia
|