PERNYATAAN
PERS
TENTANG
PENANGKAPAN DUA WARGA NEGARA ASING DI ACEH
11
SEPTEMBER 2002
Pada hari
Rabu tanggal 11 September 2002, dalam operasi rutin keamanan, pihak Kepolisian
Aceh telah menahan dua warga negara asing yang menyalahgunakan visa wisata
untuk melakukan kegaiatan-kegiatan yang diduga berkaitan dengan gerakan
separatisme di kawasan tersebut, masing-masing atas nama: Ms. Lesley McCulloch,
Warga Negara Inggris, dan Ms. Joy Lee Sadler, Warga Negara Amerika Serikat.
Pada tahap
pemeriksaan awal, Lesley McCulloch menyatakan bahwa penggunaan visa wisata
untuk memasuki Aceh, Indonesia, dilakukannya karena Perwakilan RI di Australia
menolak permintaan visa yang diperlukan untuk melakukan penelitian mengenai
konflik Aceh. KBRI Canberra telah melakukan penelitian mendalam ke seluruh
Konsulat RI yang terdapat di Australia, tidak terdapat keterangan yang
mencatat bahwa Lesley McCulloch dan Joy Lee Sadler pernah mengajukan permintaan
tersebut, sehingga dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan telah memberikan
keterangan palsu.
Setelah
keterangan palsu tersebut tidak dapat dipertahankan, Lesley McCulloch,
Joy Lee Sadler dan pengacaranya kemudian menyatakan bahwa keberadaan kedua
warga negara asing tersebut di Aceh adalah sebagai wisatawan untuk mengunjungi
Pulau Banyak, Aceh. Perlu ditegaskan bahwa selama ini Lesley McCulloch
selalu mengaku-aku sebagai pakar masalah Aceh, sehingga keberadaannya di
Aceh sudah dapat dipastikan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan untuk mendukung
Gerakan Aceh Merdeka, bukan dalam kapasitas sebagai wisatawan.
(Sumber
: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, Australia)
English
version
Contact: Ramadansyah Hasan Tlp +41-22
3383350 - Fax +41-22 3455733 - e-mail:
hasan.ramadansyah@ties.itu.int- web site http://www3.itu.int/MISSIONS/Indonesia
|